Blog
Bagaimana Mendidik Anak sejak dini
Mendidik anak sejak usia dini merupakan tanggung jawab yang besar bagi setiap orang tua. Rasulullah sahllahu álaihi wassalam bersabda:” Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah orang tuanya yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa lingkungan, terutama peran orang tua, sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan keimanan anak. Oleh karena itu, pendidikan anak sejak kecil harus dimulai dengan menanamkan nilai-nilai tauhid dan akhlak yang baik.
Salah satu kiat utama dalam mendidik anak adalah memberikan teladan yang baik. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, “Seorang anak tumbuh sesuai dengan kebiasaan yang dia lihat dari orang tuanya. Jika mereka terbiasa dengan kebaikan, maka mereka akan tumbuh di atas kebaikan itu.” Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tuanya, sehingga keteladanan dalam ibadah, berbicara, dan bersikap sangat penting. Mengajarkan anak untuk cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus dilakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Anak anak setiap harinya melihat kebiasaan dan perilaku kita, tanpa di sadari anak akan meniru diri kita selaku orang tua, misalnya jika kita dirumah sering memegang gadget maka anak juga pasti senang main gadget sebaliknya jika kita suka belajar membaca buku tentu anak juga senang melakukan hal demikian, dalam masalah tutur kata juga demikian, jika kita suka berkata kasar dan teriak dalam menasihat anak atau mengarahkan , otomastis anak juga berperilaku demikian, maka orang tua harus msenantiasa memperbaiki akhlak keseharianya karena itu akan menjadikan cerminan bagi anak anak kita.
Selain itu, pendidikan anak juga harus dilakukan dengan cara yang bertahap dan sesuai dengan usianya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka jika tidak shalat ketika mereka berusia sepuluh tahun, serta pisahkan tempat tidur mereka”** (HR. Abu Dawud). Hadis ini menunjukkan bahwa dalam pendidikan anak, ada tahapan yang harus dilalui—dari perintah yang lembut hingga ketegasan dalam mendisiplinkan mereka ketika sudah memahami kewajiban.
Ulama juga menekankan pentingnya mendoakan anak agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh. Dalam Al-Qur’an, doa Nabi Ibrahim untuk keturunannya adalah contoh terbaik: “Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat.” (QS. Ibrahim: 40). Doa orang tua adalah salah satu faktor utama dalam keberhasilan pendidikan anak, sebagaimana disebutkan dalam hadis, “Tiga doa yang mustajab yang tidak ada keraguan di dalamnya: doa orang tua, doa orang yang terzalimi, dan doa musafir.” (HR. Tirmidzi).
Terakhir, pendidikan anak harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan. Imam Al-Ghazali mengatakan, “Anak kecil itu seperti kertas putih, apa yang ditulis di atasnya akan melekat sepanjang hidupnya.”* Orang tua dan guru harus bersabar dalam membimbing anak-anak dengan kasih sayang dan tidak terburu-buru mengharapkan hasil instan. Dengan pendidikan yang tepat, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Islam.
Oleh : Ahmadi, S.Pd.I